Mengapa Jujutsu Kaisen Jadi Fenomena Global?
Buat kalian yang sudah ngikutin Attack on Titan, Chainsaw Man, atau Demon Slayer, pasti paham kenapa manga dark shonen lagi naik daun. Di antara semuanya, Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami berhasil mencuri perhatian dengan storytelling yang brutal tapi bermakna.
Dengan lebih dari 90 juta copy terjual, JJK bukan cuma soal jujutsu sorcerer lawan kutukan. Ini tentang trauma, kehilangan, dan gimana generasi muda menghadapi dunia yang kacau.
Kematian Gojo Satoru: Ketika Sang Terkuat Jatuh
Momen Gojo - karakter yang dikira invincible - kalah dari Sukuna bikin timeline Twitter/X Indonesia gempar! Tapi Akutami nggak bikin plot twist murahan. Ada pesan kuat di baliknya:
- Nggak ada yang kekal: Sekuat apapun, semua orang punya batas
- Passing the torch: Generasi senior harus memberi ruang untuk yang muda berkembang
- Subverting expectations: Beda dengan Naruto atau One Piece di mana mentor biasanya selamat
Itadori Yuji: Protagonist yang Relatable Banget
Yang bikin Itadori beda dari protagonist shonen lain: dia nggak punya ambisi besar. Dia cuma mau orang-orang bisa "mati dengan benar" - dikelilingi orang yang mereka sayang, bukan sendirian.
Kalau kalian suka manhwa Korea kayak Solo Leveling atau Omniscient Reader's Viewpoint, Itadori punya vibe yang lebih vulnerable. Dia bukan OP character yang selalu menang - dia cuma anak biasa yang dipaksa jadi pahlawan.
"Kutukan" Sebagai Metafora Masyarakat Modern
Di dunia JJK, cursed spirits lahir dari emosi negatif manusia. Akutami sedang ngomong soal:
- Tekanan sosial: Ekspektasi yang menghancurkan mental anak muda
- Generational trauma: Luka yang diwariskan dari keluarga
- Kesepian di era digital: Selalu connected tapi nggak pernah truly connected
Di Mana Baca/Nonton JJK Legal di Indonesia?
Manga bisa dibaca gratis di Manga Plus (official dari Shueisha). Anime tersedia di Netflix Indonesia, Bstation, dan Crunchyroll.
Rekomendasi Kalau Suka JJK
- Chainsaw Man - Dark, absurd, tapi surprisingly emotional
- Hell's Paradise - Action brutal dengan filosofi dalam
- Solo Leveling - Manhwa Korea yang artnya gila
- Omniscient Reader's Viewpoint - World-building kompleks, karakter memorable
- Eleceed - Lebih light tapi action-nya satisfying
Kesimpulan: Warisan JJK untuk Industri Manga
Jujutsu Kaisen membuktikan bahwa manga shonen bisa punya depth tanpa kehilangan entertainment value. Gege Akutami berani membunuh karakter favorit, menolak happy ending yang dipaksakan, dan menyampaikan pesan tentang accepting mortality.
Buat pembaca Indonesia yang sudah familiar dengan manhwa dan webtoon dari platform seperti Webtoon, KakaoPage, atau Naver, JJK adalah bukti bahwa manga Jepang masih punya tempat spesial di hati kita.